Piagam gumi sasak adalah sebuah dokumen yang
berisi kesepakatan bersama untuk menyambung, menyatukan, dan menegakkan kembali
kebudayaan sasak berdasarkan basis atau landasan yang sebenarnya.
Pembukaan Piagam Gumi Sasak:
“Menjadi bangsa Sasak adalah amanah
yang harus dipertanggung-jawabkan kepada Allah SWT dan generasi mendatang.
Menunaikan amanah Sasak itu sejatinya merupakan matarantai sejarah kemanusiaan,
melalui simbol-simbol yang diletakkan dalam pemikiran bangsa Sasak yang
terhampar di Gumi Paer. Simbol-simbol itu merupakan tanda-tanda yang terbaca
yang membawa kembali menuju jatidirinya yang sebenarnya.”
Latar belakang kelahiran piagam ini adalah diadakannya sebuah diskusi panjang dari beberapa intelektual sasak yang memiliki perspektif budaya ke depan. Kemudian dalam diskusi panjang tersebut terjadi berbagai bentuk kajian, termasuk diantaranya Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia. Peristiwa ini menjadi tonggak awal lahirnya piagam gumi sasak setelah melalui perjalanan kajian yang panjang kira-kira pada bulan Agustus tahun 2015 bertepatan dengan acara launching buku yang judulnya membaca arsitektur sasak. Buku tersebut adalah karya Drs. H. L. Agus Fathurrahman salah satu tokoh budaya yang sekarang menjadi ketua Taman Budaya. Dan ini kemudian menjadi awal kesadaran tokoh-tokoh budaya bahwa sasak memiliki khazanah ilmu pengetahuan dan peradaban yang tinggi sejak dulu. Sebelumnya tokoh-tokoh budaya sudah bisa menghasilkan satu monumen peradaban yaitu kajian astronomi tradisi yang melahirkan sistem penanggalan sasak yang dikenal dengan kalender rowot sasak. Dari sinilah kesadaran kita bahwa kita memiliki khazanah intelektual dan budaya yang sejak dulu memiliki kajian-kajian yang sifatnya ilmu pengetahuan. Kita belum bisa menemukan titik nol dari kalender sasak sehingga belum bisa menentukan sekarang ini tahun berapa dan ini masih dalam tahap kajian. Tetapi kita sudah bisa menemukan satu tahapan peradaban yang sudah sangat panjang yaitu dalam penelitian arsitektur, usia arsitektur lumbung itu, usia tekhnologinya 3.500 tahun masehi. Ini menujukkan bahwa peradaban sasak sudah sangat tua. Kesadaran inilah kemudian sejak bulan agustus itu tokoh-tokoh budaya terus berdiskusi. Pak Agus sendiri yang membuat konsep awal piagam gumi sasak ini dengan nama manifesto kebudayaan dan ini dipersiapkan untuk launching awal tanggal 26 Desember 2015, jadi sejak bulan Agustus, September sampai awal Desember melanjutkan diskusi, sampai naskah manifesto kebudayaan sasak tersebut selesai. Kemudian mereka mengadakan diskusi lagi untuk menata isi dari manifesto tersebut.
![]() |
| Kalender Rowot Sasak |
Tokoh-tokoh yang ikut dalam
diskusi panjang tersebut adalah Drs. H. L. Agus Fathurrahman sebagai pembuat
konsep awal, kemudian Dr. Muhammad Fadjri, M.A ( Dosen Bahasa Inggris di FKIP
UNRAM dan satu-satunya Doctor Sejarawan yang dimiliki oleh daerah NTB), Dr.
H. Sudirman, M.Pd. ( Dosen PGSD di FKIP dan S2 di
Magister Administrasi Pendidikan), Murahim S.Pd.,M.Pd, Muh. Syahrul Qodri, S.Pd., M.A., inilah yang menjadi penggodok awal dari manifesto
kebudayaan ini yang kemudian diusulkan namanya oleh Pak Fadjri yang menyebutnya
dengan Piagam Gumi Sasak dengan isi yang tidak jauh berbeda dari konsep awal,
tetapi akhirnya terjadi pengeditan kalimat dan sebagainya sehingga lahirlah
seperti piagam yang sekarang ini.
Pemberian
nama manifesto kebudayaan oleh Drs. H. L. Agus Fathurrahman merujuk kepada
manikebu atau manifesto kebudayaan tahun 1965. Ada pernyataan kebudayaan dari
para seniman budayawan di Indonesia pada waktu itu kaitannya dengan kondisi
kebudayaan di Indonesia yang diwarnai oleh Letra Kebudayaan Rakyat milik Kaum
Komunis.. Tetapi Dr. Muhammad Fadjri, M.A mengusulkan Piagam Gumi Sasak dengan
latar belakang Piagam Madinah yang pada waktu itu lahir untuk menyatukan kaum
Muslim dengan Nasrani ataupun Yahudi yang ada di Kota Madinah . Pada dasarnya
kedua nama ini memiliki nilai yang sama , tetapi Dr. Fajri lebih pada
rekonsiliasi dari semua agama dan bangsa yang ada di Madinah. Karena dalam
rangka pengembangan konsep masyarakat madani sehingga disetujui dan disepakati dengan
nama Piagam Gumi Sasak sebagai satu bentuk perlindungan bangse sasak terhadap
bangsa-bangsa lain yang tinggal di Lombok ini seperti Piagam Madinah dulu.
Pada tanggal 26 Desember
2015, piagam ini dibacakan untuk pertama kalinya oleh Dr. Fajri dihadapan
majlis adat sasak dalam acara launching atau peluncuran Kalender Rowot
Sasak tahun 2015 ( kalender yang kedua) sebagai tonggak kebangkitan sasak dan
peluncuran kalender yang pertama tahun 2014. Sehingga tradisi berikutnya adalah
peluncuran kalender Rowot Sasak selalu dilakukan pada tanggal 26 Desember
termasuk kemarin dengan acara tambahan. Acara pokok sebenarnya adalah Forum
Ilmiah Sejarah Sasak dengan tema “Menjawab Historiografi Luar tentang Sasak”
jadi apa kata orang luar sasak tentang sejarah sasak yang selama ini kita baca,
itu adalah sesuatu yang direkayasa penjajah dan kita akan segera melahirkan
satu Teks Historiografi atau teks sejarah dengan Metode Historiografi yang
benar menurut perspektif Suku Sasak. Pada saat itu sengaja dihadirkan beberapa
tokoh Majlis Adat Sasak ikut menandatangani naskah atau piagam gumi sasak
tersebut. Diantaranya Drs. H. Lalu Azhar selaku Pemban Adat Gumi Sasak, beliau
adalah orang yang dipanuti dan disepakati sebagai orang tua orang sasak di Lombok ini sampai sekarang. Ditandatangai
juga oleh Drs. Lalu Bayu Windia, M.Si, selaku Ketua Harian Majelis Adat Sasak,
TGH. Ahyar Abduh, Dr. H. Husni Mu’adz, MA.,Ph. D. yaitu dosen senior Bahasa Inggris
di FKIP dan mantan Dekan FKIP, Dr. H.
Sudirman, M.Pd., tokoh agama yang lain Ustadz Muhit Ellepaki, M.Sc., Lalu Ari
Irawan, SE., M.Pd.
Setelah pembacaan itu
kemudian majelis adat mengundang tim rowot
atau tim yang melahirkan Piagam Gumi Sasak ini untuk mengkaji kenapa piagam ini
penting dan apa orientasinya ke depan. Sehingga pada waktu itu Pak Agus dan Pak
Fadjri memberi penjelasan kepada Majelis Adat Sasak tentang apa yang diharapkan
dari piagam ini dan manfaat untuk ke depannya. Dalam pertemuan itu disepakati
oleh Majelis Adat Sasak bahwa piagam itu akan diambil dan wajib dibacakan pada setiap
pertemuan yang berkaitan dengan adat dan kebudayaan sasak seperti Sangkep Beleq
(Musyawarah Besar) Majelis Adat Sasak. Piagam Gumi Sasak ini diambil sebagai
pembukaan Anggaran Dasar Majelis Adat Sasak. Piagam Gumi Sasak ini tidak dibacakan setiap tahunnya, akan tetapi
setiap saat, setiap kesempatan, dan setiap ada pertemuan orang-orang sasak.
Tetapi tanggal 26 Desember itu ditetapkan sebagai hari peluncuran Kalender
Rowot Sasak dan dihajatkan untuk mengenang kebangkitan sasak. Kalau masyarakat
Sasak menyetujui, maka akan dijadikan sebagai hari Kebangkitan Sasak.
Realisasi atau implementasi
dari Piagam Gumi Sasak ini adalah ada sebuah gerakan dalam membangun desa–desa
madani. Ada beberapa tempat yang sudah dirintis sebagai desa madani, seperti
Kute dan Sesait. Dan kemudian gagasan desa madani ini diambil oleh pemerintah
daerah NTB yang merupakan wujud dari Piagam Gumi Sasak itu sendiri. Kemudian orang-orang
mulai menyadari bahwa mereka memiliki peradaban yang tinggi. Sehingga kerinduan
tentang jati dirinya sudah semakin banyak orang yang mencari. Dan inilah yang
menjadi orientasi kita ke depan, bagaimana sasak ini tidak dipecah belah lagi
oleh kepentingan apapun.
Istilah Piagam Gumi Sasak
ini merupakan perahu besar. Perahu yang dibuat oleh tukang tetapi dengan
petunjuk dari Ilahi. Dalam hal ini bercermin dalam Surah Al Mukminun, bagaimana
ketika Nabi Nuh diperintahkan membuat perahu oleh Allah dan dengan pengawasan
Allah. Jadi arsiteknya disini adalah Allah. Sekarang ini kita berada dalam bah
peradaban. Banjir besar peradaban yang melanda kita dan menghanyutkan kita.
Jikalau kita tidak memiliki perahu, maka kita akan tenggelam. Nah, kita
sekarang membangun sebuah perahu, yang tidak mau ikut perahu ini pasti akan
tenggelam oleh peradaban. Orang yang tidak menyadari jati dirinya, orang yang
tidak paham siapa dirinya, maka dia akan hanyut oleh peradaban itu.
Realisasinya sekarang semakin banyak masyarakat sasak yang menaiki perahu
tersebut. Dengan tugas-tugas kebudayaan ini, kita akan naik ke perahu. Adapun tujuan utama dari kelahiran Piagam
Gumi Sasak ini sendiri adalah membangun kesadaran masyarakat sasak untuk
berjuang bersama menegakkan peradaban dan jati diri sasak.
Sumber: Drs. H. L. Agus
Fathurrahman (Ketua Taman Budaya Nusa Tenggara Barat)
Dokumentasi:![]() |
| Foto Bersama Pak Agus (Ketua Taman Budaya NTB) |




Intinya Aku bangga jdi org sasak 😊💕
BalasHapussaya juga banggamenjadi orang Sasak....
HapusWow keren.
BalasHapusSekarang jadi lebih tahu.
Terimakasih untuk ilmunya, sangat bermanfaat.
sama-sama..terima kasih kembali :)
Hapusternyata, jika dikaji lebih mendalam,, begitu banyak hal yg sangat khas dan istimewa dari gumi sasak yang saat ini belum tersingkap semuanya. tetapi sedikit demi sedikit mulai memancar, pun ke seluruh lapisan. hanya butuh sedikit waktu. sebentar lagi..
BalasHapusamin..trima kasih atas dukungannya.
HapusJarang2 ada yang angkat tulisan tentang hal2 yg sakral tentang kebudayaan sasak,,,skarang kita lebih tahu bahwa sasak mempunyai piagam yg melambangkan persatuan dalam membangun tradisi sasak..keren..lanjutkan!!!
BalasHapusterima kasih kak..
HapusUsaha awal dalam mencapai sebuah peradaban. 😊😊
BalasHapusKita sebagai generasi penerus harus tetap mempertahan filosofi Sasak dan meluruskan kekeliuran yang sudah ada 😊
hidup budayaku,,,hidup tradisiku...
HapusBacaan yg luar biasa....
BalasHapusBrmnfaat untk kmjuan budaya sasak
terima kasih...
Hapusinsyaallah, sasak akan smakin maju.
Hebaat sasak👍👍👍👍
BalasHapusterima kasih...:)
HapusWahhh tulisan yang keren, jujur saya baru pertama kalinya menemukan tulisan seperti ini yang memuat kebudayaan sasak. Teruslah berkarya ukh
BalasHapuslanjutkan...
HapusKerenn anak sasak 😊
BalasHapusKerenn anak sasak 😊
BalasHapusterima kasih
HapusBudaya yang menarik semoga bermanfaat
BalasHapusamin...
Hapuswaw,,,,sungguh sebuah wawasan yang menarik
BalasHapusRealisasi atau implementasi dari Piagam Gumi Sasak ini adalah ada sebuah gerakan dalam membangun desa–desa madani.Kemudian gagasan desa madani ini diambil oleh pemerintah daerah NTB yang merupakan wujud dari Piagam Gumi Sasak itu sendiri. Kemudian orang-orang mulai menyadari bahwa mereka memiliki peradaban yang tinggi. Sehingga kerinduan tentang jati dirinya sudah semakin banyak orang yang mencari. Dan inilah yang menjadi orientasi kita ke depan, bagaimana sasak ini tidak dipecah belah lagi oleh kepentingan apapun.
BalasHapusterima kasih telah menambahkan..
HapusSangat menambah wawasan... mbak dgn artikel ini aku mengetahui tentang pondasi kebudayaan sasak
BalasHapusalhamdulillah,,,semoga menambah khazanah kita tentang budaya sasak.
HapusPerjanjian luar biasa dari para budayawan sasak yang melestarikan kebudayaan.
BalasHapusmemang tokoh budaya kita itu orang2 yang hebat dan sangat peduli terhadap budaya Sasak..maju terus budayaku!!!
HapusPerjanjian yg luar biasa, sehingga menjadikan itu lahirnya jati diri bangsa sasak itu sendiri.
BalasHapusdan ini adalah langkah awal untuk membangun peradaban di Lombok khususnya.
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusSemoga isi piagam itu bisa di wujudkan dengan baik oleh masyarakat sasak. Sehingga jati diri bangsanya tidak hilang di arus globalisasi ini..
BalasHapusSemangat
amin..terima kasih atas do'anya..do'a tersebut akan kembali juga kepada anda. aminn
HapusLuar biasa membangkitkan jati diri pemuda sasaq
BalasHapusterima kasih atas pujiannya,, mari kita realisasikan isi piagam tersebut.!
HapusIni adalah salah satu bentuk apressiasi yg luar biasa terhdp anak sasak..bagus skali
BalasHapusterima kasih:)
HapusIni adalah salah satu bentuk apressiasi yg luar biasa terhdp anak sasak..bagus skali
BalasHapusTerima kasih kaka,,tunggu postingan budaya slanjutnya ya..😊😊
Hapusmemang benar bahwa sasak sangat istimewaa..
BalasHapusartikel yang sangat bermanfaat.
terus kembangkan tentang sasaknya.
ok...lanjutkan.
HapusWah. luar biasa. kembali ke jati diri sebagai bangsa sasak. keren.
BalasHapusterima kasih banyak..hidup budayaku sasak..!!
HapusIstimewa sekali piagam gumi sasak, adakah tindakan lebih lanjut, agar piagam gumi sasak d kenl lebih luas lagi??
BalasHapusmengenai masalah ini, saya kurang tahu, hanya tokoh-tokoh budaya sasak saja yang berwenang, karena saya hanya masyarakat biasa. saya takin bahwa para tokoh budaya sudah bergerak dengan membuat gerakan2 dan menunjuk salah dua wilayah yang akan dijadikan sebagai gerakan tersebut seperti kute dan sesait.
HapusSangat bermanfaat 👍👍
BalasHapusBangga jadi orang sasak 💕💕💕
Orang Sasak harus bangga menjadi orang Sasak, oleh karena itu mari kita bersama-sam membangun budaya sasak..
Hapussemoga dengan adanya piagam ini bisa membangkitkan semangat masyarakat sasak kembali kejati diri mereka.
BalasHapusaminnn yaa robbal'aalamin
Hapussangat bermanfaat..trus realisasikan isi dari piagam ini
BalasHapusterima kasih..
Hapuskami sebagai org sasak, akan berusaha untuk membangun Sasak sesuai dengan isi Piagam Gumi Sasak...
Tunjukkan Identitas sasak yang sebenarya.sangat menarik sekali usia lumbung 3.500 Sm uhhh jadi merinding .sasak memang istimewa
BalasHapussaya juga kagum...bahwa peradaban di Sasak itu sudah lama juga ya..hampur seusia dengan nabi Idris
Hapussangat menambah wawasan
BalasHapusalhamdulillah..semoga bermanfaat untuk yang lainnya juga..
Hapusmantap, menambah ilmu dan wawasan, di tunggu edisi selanjutnya
BalasHapusterima kasih,,tunggu tulisan berikutnya ya..!
Hapussemoga dengan adanya piagam ini, kesadaran generasi muda sasak semakin tumbuh akan budayanya
BalasHapusami..terima kasih do'anya untuk kebangkitan Sasak..
HapusSangat menarik, ada beberapa poin penying yg sya peroleh dari artikel anda. Tapi jika boleh menyarankan, alangkah baiknya jika background dari blog anda diubah menggunakan background/theme yg lebih sederhana (dari segi warnanya barangkali) karena beberapa tulisan tidak terbaca karena warna antara tulisan dengan backgroud sangat kontras dan terkesan menyatu jadinya. Sepeti otunkurang lebih agar pembaca dapat memperoleh informasi lebih. Terima kasih 😌
BalasHapusterima kasih atas sarannya..
HapusSemangat generasi muda sasak💪
BalasHapusSemangat membangun tradisi..!!
Hapusmenarik.
BalasHapusTerima kasih
Hapussanagt menarik.
BalasHapusTerima kasih..😊😊
Hapus